Minggu, 07 Mei 2017

Cerita Dewasa Dipijit Staff Berakhir ML

Danang adalah namaku, aku seorang owner perusahaan tambang yang sudah cukup terkenala di Indonesia, perusahaanku termasuk sudah mempunyai nama karena sudah banyak mempunyai cabng hampir diseluruh kota besar di Indonesia. Aku akan menceritakan sebuah kisah skandal sex-ku dengan staff kantor cabangku yang berada di pulau dewata.
Berawal dari bulan lalu ketika aku mengesahkan kantor cabang perusahaanku yang kebetulan ada di pulau dewata (bali). Domisiliku yang berasal dari Jakarta selatan, membuatku menempatkan kantor pusatku dijakarta. Hampir 2 aku melakukan perjalanan ke bali lewat jalur udara dari Jakarta. Sesampainya di bandara Ngurahrai Bali, aku dihampiri oleh Manager dan 1staffku.
Karena kami sebelumnya sudah berhubungan by Phone maka sesampainya disana aku berjabat tangan kepada manager dan staff yang menjemputku. Setelah itu-pun kami saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri. Salah satu diantara manager yang bernama pak Wayan Raka dan yang satunya adalah Bu Dayu Sawitri. Dalam keseharian dia dipanggil Wayan dan Dayu.
Sеjеnаk kаmi berbincang di аrеа bаndаrа ngurahrai, selang 10 menit kemudian Pak wayan-pun memepersilahkanku untuk segera masuk mоbil karena aku akan dibaea ke sebuah rumah makan yang cukup ternama di daerah Denpasar. Sesampainya dirumаh mаkаn itu kami-pun segera makan siang sembari pak Wayan menceritakan tentang sejarah dan tempat wisata Di bali.
Sеmеntаrа Bu Dayu yang uѕiаnуа ѕеkitаr 30 tаhun dia hanya sesekali berbicara karena dia cenderung pendiam. Dibalik sedikit bicara-nya ternyata dia suka mencuri-curi pandang kepadaku sembari menikmati makan siangnya. Setelah makan ѕiаng selesаi, aku diajak keliling kota Bali oleh Pak Wayan dan BU Dayu. Di dаlаm mоbil, Pаk Wayan banyak berbincanag denganku.
Namun untuk Bu Dayu dia cuma sesekali saja berbicara. Bu Dayu ini adalah wanita asli Bali yang masih Singgle. Dengan wajah khas bali dia mempunyai wajah yang cantik, exotis dan bertubuh sexy. Tidak terasa setelaha seharian kami berjalan-jalan hari sudah mеnjеlаng ѕоrе kemudian aku-pun segera diatarkan kekamar hotelku yang sebelumnya sudah dipesan untukku.
Namun aku saat itu yang dipesan hanya 2 kamar saja, Setalah masuk kekamar dalam hatiku bertanya-tanya, kenapa ini Pak Wayan hanya memesan 2 kamar, padahalkan kami bertiga, Apa nanti aku dan pak Wayan satu kamar padahal kasurnya hanya satu dan berukuran double Bad (1 ranjang namun untuk 2 orang). Kemudian setelah aku diantar kekamarku pak Wayan-pun berpamitan,
“ Pak saya pamit dulu yah, saya sudah tugaskan Bu Dayu untuk melayani keperluan bapak, Oh iya silahkan bapak catat nomer HP Bu Putu agar mudah dalam berkomunikasi nanti, ” ucapnya menerangkan panjang lebar kepadaku.
“ Lоh bapak kog tidak menginap Disini sih Pak,?, ” tanyaku basa-basi.
“ Nggak pak, soalnya saya sedang ada keperluan sama keluarga besar, sudah bapak tenng saja jika ada perlu sesuatu, bapak tinggal hubungi Bu Dayu saja,hhe, ” jawabnya tersenyum.
“ Iya pak jika ada sesuatu tinggal hubungi saya saja Pak, ” sahut Bu dayu diiringi senyuman manisnya.
“ Oh yasudah kalau begitu Pak Wayan, dan sebelumnya saya berterima kasih atas sambutan kepada saya hari ini ya Pak, ” ucapku kepada Pak Wayan.
“ Oh iya sebelumnya saya juga terima kasih Ya Bu Dayu karena Bu Dayu sudah rela meluangkan waktunya untuk mengurus keperluan saya selam di Bali ini,hhe…, ” ucapku kepada Bu Dayu.
“ Iya Pak sama-sama, ” jawab singkat Bu Dayu.
Setelah itu Pak Wayan-pun segera meninggalkan hotel, sedangkan aku dan Bu Dayu segera masuk kamar masing-masing, namun sebelumnya aku sudah mencatat no Handphone Bu Dayu. Saat itu setelah seharian keliling Denpasar tubuhku yang terasa lengket menghasruskan aku untuk segera mandi, karena aku memang tipe laki-laki yang selalu menjaga kebersihan tubuh.
Setelah beberapa saat aku-pun selesai mandi dan sudah berganti pakaian. Saat itu aku mengenakan celan pendek jeans dan kaos. Badanku yang tadinya terasa lelah ddan lengket setalah mandi segar kembali. Sembari tiduran diranjang aku saat itu menononton TV, beberapa chanel telah aku tonton namun acaranya tidak ada yang bagus.
Karena acara tv tidak ada yang bagus, aku tadi teringat jika aku telah menyimpan nomer telefon Bu Dayu maka secara otomatispun kontak Whatapps-nya tersimpan di kontak whatapps-ku. Maka aku-pun berbasa-basai untuk menghubunginya dengan alasan untuk mencarikan aku tukang pijat,
“ Selamat malam Bu Dayu, ini saya Danang, ngomong-ngomong di hotel ini ada layanan Massage nggak ya Bu ???, ” isi chatingku di whatapps.
Pesan-pun saat itu terkirim, beberapa saat aku menunggu balasan dari Bu Dayu. Setelah kira-kira 5 menit akhirnya BU Dayu-pun membalas,
“ Maaf Pak Danang saya baru balas Whatapps-nya soalnya saya tadi baru mandi PaK, ada kog Pak sebentar saya telfon kan ya Pak mohon tnggu sebentar !!!, ” ucapnya membalasa chating—ku.
Beberapa saat aku-pun menunggu kabar dari Bu Dayu, pada akhirnya Bu Dayu-pun membalas pesanku,
“ Pak ini ada Pak, tapi kebetulan kalau shift malam begini pihak massage-nya hanya menyediakan tenaga Massage laki-laki Pak, Apakah bersedia Pak anda ?, ” balas Bu dayu.
“ Wah gimana yah Bu, saya tuh sering risih kalau dipijat sama laki-laki, kira-kira cari tukang massage dimana ya Bu, ” ucapku mencari-cari alasan agar aku dicarikan tukang massage wanita.
“ Gimana yah Pak, saya juga tidak begitu tahu pak kalau masalah Massage, tapi saya coba tanya pihak hotel dulu Pak agar mencarikan tukang Massag wanita, mohon tunggu sebentar yah Pak, ” balas bu Dayu.
“ Iya Bu Dayu, mohon maafya Bu kalau merepotkan Bu Dayu, ” ucapku berbasa-basi.
“ Tidak apa-apa kog Pak, kan saya memang ditugaskan Oleh Pak Wayan untuk melayani segala keperluan Bapak, hhe…,yasudah saya tinggal dulu ya Pak Danang, ” balasnya.
Kemudian Bu Dayu-pun berusaha mencarikan aku tukang massage. Sembari menunggu Bu Dayu mendapatkan tukang Massage aku-pun berbaring di kasurku sembari menonton acara TV yang membosankan. Ketika itu tiba-tiba saja dalam fikiranku-pun terlintas fikiran mesum kepada Bu Dayu. Andai saja Bu Dayu yang memijat aku, pasti nikmat sekali yah, fikirku.
Tadi siang ketika aku makan siang kenapa Bu Dayu selalu curi-curi pandang kepadaku yah ? Apa jangan-jangan dia suka padaku, fikirku sembari menunggu BU Dayu. Semoga saja Bu Dayu tidak mendapatkan tukang Massage wanita, dengan hal itu maka dialah yang akan memijatku, hha. Beberapa waktu aku masih terus menunggu kabar dari Bu Dayu.
Sembari terus menunggu Bu Dayum, aku terus memikirkan Bu Dayu. Saa itu aku mengingat-ngingat lagi wajah dan body Bu Dayu. Jika difikir-fikir Bu Dayu lumayan juga, dia memiliki wajah yang manis, body yang sekal. Saat aku membayangkan kulitnya yang exotis, payudaranya yang montok, dan pantatnnya yang semok seketika itu penisku tiba-tiba saja ereksi.
Sudah setengah jam aku menunggu, otak mesum dan penis-ku semakin tidak sabar saja menunggu kabar Bu Dayu, hha. Pada akhirnya aku-pun akan mencoba menghubunginya lewat WA (Whatapps), namun sebelum aku sempat mengetik,
“ Pak Danang, maaf yah saya sudah lama membuat Pak Danang menunggu. Saya sudah bertanya dan bahkan mencari sendiri di luar Hotel tapi tidak ada Pak, katanya udah di booking semua, soalnya kan ini weekend Pak, gimana pak yah, ” balasnya panjang lebar di WA.
“ Gitu yah Bu, gimana yah Bu padahal badan saya sudah pegal sekali, ” balasku.
Aku membalas pesan WA-nya seperti itu berharap dia terpancing agar dia menawarkanku untuk memijat. Lalu,
“ Gimana pak yah, gini aja deh Pak biar saya yang memijat bapak saja, ini saya masih di Lobi Hotel, tunggu sebentar apk yah saya akan kesitu, ” balasnya.
Yes… Kena juha deh dia sama jebakan mesum khas Danang, hahaha. Lalu aku-pun membalasnya,
“ Wah sampai segitunya Bu Dayu yah, jadi nggak enak saya sama Ibu, kalau begitu nggk usah saja deh Bu biar besok saja saya pijatnya, ” ucapku berbasa-basi.
“ Udah Pak nggak papa kog, kebetulan saya juga bisa mijit kog, saya sering memijat ayah saya dirumah biasanya, lagian inikan sudah jadi tugas saya pak untuk melayani bapak, ” balasnya.
Wah, benar-benar staff yang mempunyai loyalitas tinggi sama atasanya, hhe. Lalu,
“ Yasudah deh Bu kalau begitu, nanti kalau sudah didepan kamar ketuk saja ya Bu pintu kamar saya, ” ucapku dengan girangnya.
“ Iya Pak, ” jawabnya singkat.
Beberapa menit aku menunggu, pada akhirnya terdengarlah sura ketukan pintu dikamar hotelku,
“ Thok… Thok… Thok… Pak Danang ini saya Dayu Pak, ” ketukannya lalu memanggil namaku.
Mendengar ketukan itu aku-pun segera bergegas membuka pintu kamarku,
“ Silahkan masuk Bu Dayu, maaf yah Bu saya sudah merepotkan Ibu, ” ucapku mempersilahkan masuk.
Kemudian Bu dayu-pun masuk kedalam kamar Hotel-ku, dan tak lupa aku menutup pintu kamarku,
“Sebentar yah Bu saya ganti celana dulu, ” ucapku kemudian mengambil celana di koperku lalu bergegas kekamar mandi untuk berganti celana kolor.
Saat itu aku hanya memakai celana kolor tanpa mengenakan baju, sejenak aku berkaca dikamar mandi, kulihat ternyata tubuhku ideal juga yah, walaupun perutku tidak sixpax namun dadaku an lenganku lumayan kencang dan kekar, hhe. Setelah itu aku-pun segera keluar dari kamar mandi dan menuju ranjangku,
“ Silahkan tengkurap Pak biar saya mulai memijat, Oh iya Pak ada lotion nggak Pak, ” ucap Bu Dayu.
“ Oh ada Bu biar saya ambil dikoper saya, ” ucapku lalu bergegas mengambil lotion dikoperku.
Setelah aku mengambilnya kemudian aku-pun segera memberikan lotion kepada Bu Dayu lalu aku-pun tengkurap dirajangku dan Bu dayu duduk di pinggiran ranjangku. Malam itu Bu Dayu sungguh terlihat sangat menggemaskan sekali dengan pakaian yang dikenakanya. Dia memakai celana Hotpant dan kaos ketat malam itu.
Mungkin bagi orang Bali mengenakan baju dan celana yang ketat adalah hal yang biasa, namun bagiku jika berada didalam kamar dengan wanita yang berpakaian yang serba sexy itu adalah hal yang luar biasa,hhe. Pantatnya sungguh terlihat semok padat dan bulat malam itu, belum lagi kalau aku melihat payudara-nya, Wow… semakin bernafsu saja aku dibuatnya,
“ Gimana Pak Danu enak nggk pijatan dari tukang Massage amatiran seperti saya, hhe, ” ucapnya sembari memberi lotion di tubuhku dan terus memijat.
“ Kalau yang kayak gini bukan amatiran Bu, Bu Dayu hebat sekali memijatnya, bahkan tukang massage aja kalah sama pijatan ibu,hhe… Belum lagi yang memijat saya malam mini staff saya yang cute dan sexy sekali, hhe… ” ucapku dengan posisi tengkurap lalu memalingkan sejenak wajahku kerah Bu Dayu.
“ Ah Pak Danang bisa aja deh, ngegombalnya pnter banget, hhe, ” ucapnya dengan wajah yang terlihat tersipu malu.
Memang nikmat sekali pijatan Bu Dayu, dia memijat seluruh tubuhku, mulai dari kepala, pundak, punggung, pantat, lalu kekaki. Dia memijat menggunakan lotion. Sungguh nikmat sekali rasanya malam itu. Kurasakan nikmat bercampur geli ketika Bu Dayu memijat pada area pantat dan paha belakangku. Ketika dia memijat area itu akupun berkata,
“ Wah enak sekal pijatanya, tolong pijat paha dan pantatku yah Bu, rasanya pegal sekali disitu Bu, ” ucapku mencari alasan agar dia memijat dia area situ.
“ Iya Pak, ” ucapnya sembari memjiat di area pantat dan paha belangku.
Saat itu terasa geli tapi nikmat, pijatan demi pijatan dia lakukan dan kejantanku-pun akhirnya ereksi lagi ditengah aku dipijat oleh Bu Dayu.Rasanya kejantanku berdenyut-denyut dan nyeri sekali karena tertindih tubihku yang tengkurap di ranjang. Rasanya ingin sekali aku membenamkan kejantananku di dalam vagina Bu Dayu malam itu.
Setelah kira-kira 15 menit memijat aku dengan posisi tengkurap, lalu bu Dayu-pun meminta aku untuk membalikan tubuhku agar dia memijat aku dengan poisisi terlentang. Tanpa banyak berfikir aku-pun terlentang dengan posisi kejantanku yang telah ereksi maksimal. Tanpa rasa malu dan risih aku-pun terlentang dengan kejantananku yang bnar-benar tegang.
Nampaknya Bu Dayu-pun mengetahui penisku yang telah Ereksi, dia memijatku dengan wajah yang agak malu-malu. Sembari memijat kami mengobrol, tak jarang Bu dayu melihat kejantanan-ku yang telah ereksi dibalik celana kolorku sembari menelan ludahnya. Wah nampaknya Bu Dayu tertarik juga nih dengan penisku, batinku.
Dia memijat dada, perut dan kemudian beralih kepaha depanku. Disaat dia memijat disitu aku-pun berkata,
“ Bu tolong dong memijatnya dipahanya, pegal sekali Bu Rasanya, ” ucapku penuh fikiran mesum.
“ Iya pak, ” ucapnya sembari memijat.
Dipijatnya dengan hati-hati paha depanku itu, karena aku meminta dipijat paha atas yang dekat sekali dengan kejantananku. Ditengah dia asik memijat entah disengaja atau tidak tiba-tiba dia menyentuh buah zakarku,
“ Ouhhh… Geli Bu, itu saya tersentuh Ibu, ” ucapku sembari meringis.
“ Ma.. ma… maaf pak saya tidak sengaja, ” jawabnya terlihat tidak enak dan malu.
“ Udah tenang aja Bu, Lagian kalau disengaja-pun saya nggk papa kog,hhe.. lagiankan Cuma ada kita berdua Bu dikamar ini, ” ucapku mulai berani terang-terangan menggodanya.
“ Ah bapak jorok banget sih, ” ucapnya tersipu malu.
Aku yang sedari tadi sudah ereksi, dengan penuh spekulasi aku-pun meraih tangan Bu Dayu dan aku arahkan pada kejantananku lalu berkata,
“ Bu disitu dari tadi pegal sekali, tolong pijatkan ya Bu, Sssshhh… Ouhhhh…, ” ucapku sembari tanganya aku tahan dengan tanganku agar tangan bu Dayu tetap berada di kejantananku.
“ Pak, jangan seperti ini pak, nanti kalau…., ”
Belum selesai dia berkata aku-pun dengan cepatnya menarik tubuhnya dengan tangan kananku kerahku sehingga posisnya menindihku. Lalu setelah itu dengan cepatnya aku menyambar dan menciumi bibirnya yang sexy dengan mulutku,
“ Eummmmmmmmm…. Euhhhh… Eummmm…., ” dengusan suaraku tertahan karena bibrku menempel pada bibir bu Dayu.

Bersambung ke Bagian 2 KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar